
Giliran Rusa Bawean Akan Dilepasliarkan
Rusa Bawean (Axis kuhlii) yang menjadi 1 dari 4 satwa prioritas terancam punah yang menjadi tugas Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) untuk meningkatkan populasinya di alam sebanyak 10% pada 2
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #satwa-liar(707 artikel ditemukan)

Rusa Bawean (Axis kuhlii) yang menjadi 1 dari 4 satwa prioritas terancam punah yang menjadi tugas Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) untuk meningkatkan populasinya di alam sebanyak 10% pada 2

Kembali, tahun 2017 ini Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) akan melaksanakan kegiatan konservasi Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) berupa Pelepasliaran Elang Jawa. Tahun i

[caption id="attachment_3859" align="aligncenter" width="948"] Foto : M. Irsan Lubis, Polisi Kehutanan[/caption] Seekor Gajah Sumatera (Elephant maximus sumatranus) lahir di Lembaga Konservasi Jatim P

Saat ini media sosial menjadi salah satu cara untuk berkomunikasi dan menyampaikan berbagai informasi, tak terkecuali mengenai konservasi tumbuhan dan satwa liar. Melalui akun twitter-nya @bbksdajati

[caption id="attachment_3849" align="aligncenter" width="900"] Sesungguhnya, kukang bukan satwa peliharaan untuk diperdagangkan. Hidup kukang di hutan. Foto: IAR Indonesia[/caption] Sebanyak 7 individ

Dalam upaya penyelamatan satwa Banteng (Bos javanicus), tidak hanya bisa dilakukan secara insitu, namun juga dapat dilakukan secara eksitu. Penyelamatan secara eksitu diharapkan dapat mendukung ke

[caption id="attachment_3835" align="aligncenter" width="1200"] Ular yang muncul di perkebunan sawit, dikarenakan mangsanya yaitu tikus banyak di wilayah tersebut. Foto: Rhett Butle[/caption] Beberapa

Burung Perompak alias Cikalang Christsmas (Fregata andrewsi) dari famili Fregatidae merupakan burung perompak yang menyukai ikan sebagai makanannya. Burung ini adalah endemik pulau Natal wilayah Aust

Hasil studi terbaru yang ditebitkan dalam Jurnal Konservasi dunia, Conservation Letter, menyatakan bahwa sebagian populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) berada dalam jangkauan Gunun