
Penyelamatan Monyet Ekor Panjang di Desa Jampet
Seekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) jantan dewasa memicu kekhawatiran warga Desa Jampet, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, setelah menunjukkan perilaku agresif yang berpotensi menimbulkan kon
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #bojonegoro(25 artikel ditemukan)

Seekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) jantan dewasa memicu kekhawatiran warga Desa Jampet, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, setelah menunjukkan perilaku agresif yang berpotensi menimbulkan kon

Dari perut bumi yang menyimpan sejarah minyak bumi tua, hingga hutan jati, rusa timor, dan kearifan budaya Samin, Bojonegoro kini menapaki jalan menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark. BBKSDA

Tim Seksi KSDA Wilayah 2 Bojonegoro bersama Wildlife Rescue Unit (WRU) bergerak cepat di dua kabupaten. Belasan satwa yang terlibat dalam rangkaian interaksi negatif berhasil diamankan dan diselamatka

Suasana tenang di Desa Karang Dayu, Kecamatan Baureno, mendadak berubah ricuh ketika dua ekor monyet liar muncul di antara rumah warga. Seekor jantan dan seekor betina dari jenis Macaca fascicularis t

Seekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) jantan muda kembali mendapat harapan baru untuk hidup bebas di alam liar. Satwa cerdas dan lincah ini diserahkan secara sukarela oleh warga Desa Semen

Bojonegoro, 15 September 2025. Sirene pemadam kebakaran Tuban pagi itu tidak berbunyi untuk memadamkan api. Kali ini, alarm darurat menandai sebuah misi lain, penyelamatan satwa liar. Di halaman kanto

Bojonegoro, 8 September 2025. Suasana Desa Sukosewu, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, mendadak gempar. Seekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) jantan berukuran besar muncul di pemukiman

Sebuah kandang besi di sudut kantor Seksi KSDA Wilayah II Bojonegoro tampak bergoyang. Di dalamnya, seekor monyet jantan dewasa menghentak lantai, menggertakkan gigi, matanya menyorot tajam. Dua ekor

Di tengah hiruk-pikuk pemukiman padat dan ladang tebu yang mengering, suara panik warga Tuban dan Bojonegoro memanggil petugas kebakaran bukan untuk api, melainkan untuk sesuatu yang merayap dan melom